air hujan

May 13th, 2009 by yunia-yunia

hujan-hujan ini ternyata mengerti maksudku

air nya yang menyentuh wajahku mengapa hangat kurasa

aKu….. JaTuH cInTa

May 4th, 2009 by yunia-yunia

buat apa aku meresah
bukankah setiap takbir kuucapkan Allah Maha Besar
dan selepas waktu ku merengkuh, tunduk tetap bersamaku untuk Nya

buat apa aku meresah
bukankah aku seorang muslim
tak pernah ragu akan kebesaran-Nya

buat apa aku meresah
bukankah Dia mencintai aku
dan itu cukup bagiku

buat apa aku meresah
bukankah Dia segala-galanya bagiku
dan perasaan ini padanya tak ada apa-apanya

buat apa aku meresah
bukankah janji Allah SWT pasti wujud
dan prasangkaku bertepi bukan pada kebenaran

buat apa aku meresah
cinta Rabb sungguh sangat Maha Besar
cintaku pada manusia tak boleh sama atau melebihi kecintaanku pada-Nya

buat apa aku meresah
sedang aku merasakan cinta Rabb sungguh sangat luar biasa
mengajari aku bagaimana berhati-hati dalam berniat

buat apa aku meresah
tidak..tidak.. aku tiada lagi meresah
cinta dan rinduku sudah tumbuh dan subur pada Nya, hanya pada Nya

aku suka hujan

April 13th, 2009 by yunia-yunia

aku suka hujan
*tapi semoga gak banjir
ntahlah, setiap apa yang kurasakan
aku merasa hujan menghiburku
dengan keriuhannya yang cemerlang
terima kasih ya Allah, Engkau tlah
mengirimkannya untukku

ada apa dengan …

February 21st, 2009 by yunia-yunia

ada apa dengan negeri ini, hampir setiap hari berita yang terdengar hanyalah pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, pencurian, penyiksaan, penganiayaan, perkelahian, perebutan kekuasaan dengan cara-cara tidak terpuji, perzinahan,penjualan bayi dan wanita, aborsi dan tindakan kejahatan yang lainnya.

ada apa dengan negeri ini dimana hampir setiap hari ucapan-ucapan dan raut wajah sedih yang mengisyaratkan kekecewaan selalu kulihat hampir dimanapun aku menelusuri jalan di negeri ini maupun yang aku saksikan dari pemberitaan di televisi.

ada apa dengan negeri ini dimana setiap perilaku hanya mengharap pujian manusia yang sebenarnya tiada dayanya, mengharapkan kesenangan dari makam2 keramat, berdesakan sampai nyawa tercabut hanya demi Rp 15000 atau celupan batu yang dianggap sakti, saling menunjukkan kekuatan hitam-nya sampai harus membunuh saudaranya, memperebutkan harta warisan bahkan di depan sang pewaris yang hanya menunggu waktu sampai benar2 nyawa tercabut.

ada apa dengan negeri ini, ketika atas nama askeskin kaum miskin sangat berharap pengobatannya di RS menjadi lebih mudah, namun nyatanya sampai berminggu2 bahkan berbulan2 yang ada hanyalah sakit yang semakin menjadi-jadi karena harus menunggu giliran pengobatan.

ada apa dengan negeri ini, ketika ada yang sedang memperebutkan kursi yang bisa mendatangkan berbagai nikmat duniawi dengan menipu rakyat kecil, yang terdengar adalah budi baik kepada rakyat saat kampanye, kemudian saat berhasil menipu rakyat yang dilakukan adalah korupsi, bahkan atas nama kegiatan agama, dan rakyat malah semakin menelan ludah pahit, dan kemudian kembali lagi memperlihatkan budi baiknya saat masa duduk di kursi surga duniawi hampir habis agar dapat duduk di kursi itu lagi.

yang bisa dilakukan rakyat adalah menelan ludah pahit, menahan kekecewaan sampai2 tidak tahu lagi harus berkata apa selain “ya sudahlah, ikhlaskan saja”, menerima uang suap untuk mendukung si seseorang/sekelompok orang yang mau duduk di kursi surga duniawi, namun pada akhirnya mereka harus menempati tempat ‘mewah’ yang sudah disediakan oleh si seseorang/sekelompok orang tadi (baca : pinggiran kali, bawah jembatan, pinggir rel kereta api, jalanan dll).

ada apa ini, dimana orang kaya, orang besar semakin menindas orang miskin dan orang kecil, ada apa dengan negeri ini ketika orang-orang hendak berloyalitas dengannya malah yang ada adalah disiksa dengan dalih ospek atau pembinaan.

ini juga pernah terjadi, ini juga pernah dirasakan, namun ini juga pernah dibasmi habis sampai ke akar-akarnya.

apakah ini yang diperoleh oleh pemujanya di mana ia bertempat tinggal.

Dulu ini pernah terjadi, dimana rakyat kaya semakin kaya, rakyat miskin semakin miskin dan tertindas. anak-anak perempuan dibunuh, para wanita hanya dijadikan sebagai hiburan saja, seorang ibu harus mencocokkan wajah anaknya dengan beberapa pria, dan pria mana yang memiliki wajah yang lebih mirip dengan si anak-lah yang menjadi ayahnya. pencurian dimana-mana, pelecehan HAM terjadi, dll.

namun, ada juga masa dimana semua kejahatan itu tidak terjadi. Ya, masa dimana ketika adzan berkumandang, orang2 segera meninggalkan pekerjaannnya untuk menunaikan sholat 5 waktu, masa dimana ketika pasar ditinggal tidak ada satu pun yang kehilangan/kecurian, masa tidak ada lagi orang yang dizakati karena semua sudah makmur, masa dimana wanita dan pria mendapatkan haknya, masa dimana HAM tidak lagi dilecehkan, masa dimana dzikrullah selalu terdengar dalam setiap perkataan, masa di mana wanita-wanita menjaga auratnya, masa dimana tidak ada perzinahan, tidak ada mabuk2an. yang ada hanyalah kebaikan.

ingin aku kembali ke masa itu, itulah sebuah kemenangan. kemenangan Rasulullah SAW dan para sahabat atas orang-orang kafir dan berhala-berhalanya (taghut).

Itulah masa pemerintahan dimana ulil amri-nya benar2 melaksanakan kewajibannya dan memenuhi hak rakyatnya dengan adil. itulah pemerintahan yang seharusnya mendapatkan kepercayaan dan loyalitas rakyatnya. Bukan pemerintahan yang hanya menjadikan kebaikannya sebagai alat untuk menipu rakyat, untuk memberikan kebahagiaan semu pada rakyatnya, dan hanya untuk memuaskan nafsu duniawinya akan harta, tahta, dan wanita.

Siapakah pemerintahan itu, Apakah yang dilakukan pemerintahan itu, apakah landasannya, kepada siapakah loyalitasnya, apakah sistemnya, apakah undang2nya , sampai2 yang ada hanyalah kebaikan. keburukan sukar ditemukan. Subhanallah.. aku ingin kembali ke masa itu … Duhai Rabb, kabulkanlah pintaku. Amin…

ada apa dengan …

February 21st, 2009 by yunia-yunia

ada apa dengan negeri ini, hampir setiap hari berita yang terdengar hanyalah pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, pencurian, penyiksaan, penganiayaan, perkelahian, perebutan kekuasaan dengan cara-cara tidak terpuji, perzinahan,penjualan bayi dan wanita, aborsi dan tindakan kejahatan yang lainnya.

ada apa dengan negeri ini dimana hampir setiap hari ucapan-ucapan dan raut wajah sedih yang mengisyaratkan kekecewaan selalu kulihat hampir dimanapun aku menelusuri jalan di negeri ini maupun yang aku saksikan dari pemberitaan di televisi.

ada apa dengan negeri ini dimana setiap perilaku hanya mengharap pujian manusia yang sebenarnya tiada dayanya, mengharapkan kesenangan dari makam2 keramat, berdesakan sampai nyawa tercabut hanya demi Rp 15000 atau celupan batu yang dianggap sakti, saling menunjukkan kekuatan hitam-nya sampai harus membunuh saudaranya, memperebutkan harta warisan bahkan di depan sang pewaris yang hanya menunggu waktu sampai benar2 nyawa tercabut.

ada apa dengan negeri ini, ketika atas nama askeskin kaum miskin sangat berharap pengobatannya di RS menjadi lebih mudah, namun nyatanya sampai berminggu2 bahkan berbulan2 yang ada hanyalah sakit yang semakin menjadi-jadi karena harus menunggu giliran pengobatan.

ada apa dengan negeri ini, ketika ada yang sedang memperebutkan kursi yang bisa mendatangkan berbagai nikmat duniawi dengan menipu rakyat kecil, yang terdengar adalah budi baik kepada rakyat saat kampanye, kemudian saat berhasil menipu rakyat yang dilakukan adalah korupsi, bahkan atas nama kegiatan agama, dan rakyat malah semakin menelan ludah pahit, dan kemudian kembali lagi memperlihatkan budi baiknya saat masa duduk di kursi surga duniawi hampir habis agar dapat duduk di kursi itu lagi.

yang bisa dilakukan rakyat adalah menelan ludah pahit, menahan kekecewaan sampai2 tidak tahu lagi harus berkata apa selain “ya sudahlah, ikhlaskan saja”, menerima uang suap untuk mendukung si seseorang/sekelompok orang yang mau duduk di kursi surga duniawi, namun pada akhirnya mereka harus menempati tempat ‘mewah’ yang sudah disediakan oleh si seseorang/sekelompok orang tadi (baca : pinggiran kali, bawah jembatan, pinggir rel kereta api, jalanan dll).

ada apa ini, dimana orang kaya, orang besar semakin menindas orang miskin dan orang kecil, ada apa dengan negeri ini ketika orang-orang hendak berloyalitas dengannya malah yang ada adalah disiksa dengan dalih ospek atau pembinaan.

ini juga pernah terjadi, ini juga pernah dirasakan, namun ini juga pernah dibasmi habis sampai ke akar-akarnya.

apakah ini yang diperoleh oleh pemujanya di mana ia bertempat tinggal.

Dulu ini pernah terjadi, dimana rakyat kaya semakin kaya, rakyat miskin semakin miskin dan tertindas. anak-anak perempuan dibunuh, para wanita hanya dijadikan sebagai hiburan saja, seorang ibu harus mencocokkan wajah anaknya dengan beberapa pria, dan pria mana yang memiliki wajah yang lebih mirip dengan si anak-lah yang menjadi ayahnya. pencurian dimana-mana, pelecehan HAM terjadi, dll.

namun, ada juga masa dimana semua kejahatan itu tidak terjadi. Ya, masa dimana ketika adzan berkumandang, orang2 segera meninggalkan pekerjaannnya untuk menunaikan sholat 5 waktu, masa dimana ketika pasar ditinggal tidak ada satu pun yang kehilangan/kecurian, masa tidak ada lagi orang yang dizakati karena semua sudah makmur, masa dimana wanita dan pria mendapatkan haknya, masa dimana HAM tidak lagi dilecehkan, masa dimana dzikrullah selalu terdengar dalam setiap perkataan, masa di mana wanita-wanita menjaga auratnya, masa dimana tidak ada perzinahan, tidak ada mabuk2an. yang ada hanyalah kebaikan.

ingin aku kembali ke masa itu, itulah sebuah kemenangan. kemenangan Rasulullah SAW dan para sahabat atas orang-orang kafir dan berhala-berhalanya (taghut).

Itulah masa pemerintahan dimana ulil amri-nya benar2 melaksanakan kewajibannya dan memenuhi hak rakyatnya dengan adil. itulah pemerintahan yang seharusnya mendapatkan kepercayaan dan loyalitas rakyatnya. Bukan pemerintahan yang hanya menjadikan kebaikannya sebagai alat untuk menipu rakyat, untuk memberikan kebahagiaan semu pada rakyatnya, dan hanya untuk memuaskan nafsu duniawinya akan harta, tahta, dan wanita.

Siapakah pemerintahan itu, Apakah yang dilakukan pemerintahan itu, apakah landasannya, kepada siapakah loyalitasnya, apakah sistemnya, apakah undang2nya , sampai2 yang ada hanyalah kebaikan. keburukan sukar ditemukan. Subhanallah.. aku ingin kembali ke masa itu … Duhai Rabb, kabulkanlah pintaku. Amin…

Duhai Rabb

February 6th, 2009 by yunia-yunia

Duhai Rabb, tolonglah aku untuk jujur karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk berharap karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk takut karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk mencintai karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk cemburu karena-Mu

Duhai Rabb, tolonglah aku untuk melepas jubah gengsiku karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk bergunda gulana karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk berani karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk menerima karena-Mu
Duhai Rabb, tolonglah aku untuk meminta karena-Mu

Semua karena ke-Ridho-an Mu
perasaan ini yang mengharapkan kebaikan darinya atas ijin-Mu
Aku ridho terhadap pemahaman yang telah Engkau turunkan pada ia
dan karenanya, atas ijin-Mu, cintaku pada-Mu semakin bertambah-tambah
Duhai Rabb, jawablah perasaanku ini …

Cita dan Resah

January 28th, 2009 by yunia-yunia

Berpadang resah menjelang senja impian
tenggelam asa terbit cita menghias langit harap
ingin harap berpadu menjadi cita asa pengharapan yang berharap
sungguh kuat mengakar di pemikiran

kebaikan tertuai tanpa kutanam
bagai kerlip si tongkat penyihir, inipun ampuh tertandingi, jauh sekali
anugerah berbunga dan menebar serbuk senyuman tak terkira
maka nikmat Rabb yang manakah yang aku dustakan

Perasaan Terjawab

January 22nd, 2009 by yunia-yunia

Biarlah berkata-kata memilukan mereka padamu
Pejuang yang senantiasa diburuk-rupakan dengan semena-mena
Manusiawi, kemarahan ini merajalela
Di samping kecintaan yang semakin membara pada-Nya

Tapi telah terhapus oleh angin semangat berjuang, si kemarahan itu
Keimanan lah menutup semua asa diri yang mendunia, dan diri terhempas dari lamunan duniawi
Biarlah menyakitkan perasaan ini terlukai oleh perbuatan
Oleh perbuatan yang tiada menghendaki kebenaran hakiki berpijar

Karena kebenaran itu akan bersinar terus tiada padam
sekalipun tiada yang menginginkannya
Semua perasaan pejuang akan terjawab
Allah SWT menjawab semua perasaan ini

Memang

January 6th, 2009 by yunia-yunia

Kaum kafir Yahudi Israel memang telah mem-porak-poranda-kan dunia kaum muslim Gaza Palestina ….

Tapi kaum muslim Gaza Palestina telah mem-porak-poranda-kan akhirat kaum kafir Yahudi Israel ….

Berhembuslah angin surga … berhembuslah …

Spesial Tahun Baru Hijriah

December 29th, 2008 by yunia-yunia

Sejak sehari yang lalu, pesan-pesan berisi ucapan selamat tahun baru 1430 H menyibukkan ponsel, email, plurk, FS, chat, dll kita .

Kali ini pun sy mengucapkan juga selamat tahun baru 1430 H.
Islam tidak menentukan cara tertentu untuk merayakan suatu peristiwa. Tetapi, Islam hendak mengingati kita terhadap nilai-nilai dari suatu peristiwa tersebut, agar kita selalu mengingat Allah SWT. Demikian juga dengan moment tahun baru hijriah. Sebelumnya bolehlah kita tahu sejarah tahun baru hijriah tersebut.
Sejarah Jika tahun baru/penanggalan Masehi adalah berdasarkan kelahiran Isa Al Masih, maka tahun baru Islam berbeda. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab menentukan tahun / penanggalan berdasarkan waktu peristiwa-peristiwa besar yang terjadi. Namun, ternyata dalam pengaplikasiannya, penanggalan tersebut sering tidak akurat. Sehingga, pada masa sahabat Umar bin Khattab (dimana Islam berkembang dengan pesat), dibuat ketetapan bahwa tahun baru Islam didasarkan pada tahun hijrah Rasulullah SAW (Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah setelah 13 th di Mekah yaitu pada Rabiil Awal). Lalu, mengapa tahun hijrah yang dipilih menjadi tahun baru Islam ? Hal ini disebabkan bahwa pada peristiwa hijrah terdapat nilai-nilai yang tidak terdapat pada peristiwa-peristiwa yang lainnya. Nilai-nilai tersebut adalah sebagai berikut.
Nilai-nilai
T.Q.S At Taubah (9) : 40 Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Nilai-nilai yang ingin ditekankan dalam kontek hijrah, di antaranya adalah :
  1. Ilahi
  2. Kebersamaan
  3. Optimis
  4. Perencanaan
  5. Rela berkorban
  6. Setelah berusaha kemudian berserah diri.Nilai-nilai tahun baru harus menonjolkan kedua hal berikut secara bersama-sama :
    • Nilai Rasional : akal, usaha
    • Nilai Spiritual : bantuan Allah SWT
  7. Yakin pada bantuan Allah SWT
  8. Janji Allah SWT untuk memberikan pertolongan
  9. Islam :

    - tidak menjadikan umatnya mengandalkan mukjizat. Tapi umat Islam harus memiliki sifat bekerja keras. - tidak menjadikan tahun kelahiran Nabi SAW sebagai tahun baru Islam. - tidak menjadikan tahun baru Islam dirayakan dengan hura-hura.

Adapun perayaan tahun baru Islam harus ditujukan pada memaknai nilai-nilai tersebut, memperbaharui tekad untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan agar senantiasa mengingat Allah SWT.
Kemudian, arti HIJRAH sendiri adalah sebagai berikut.
Sebelum Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Yastrib (Al Madinah), hijrah berarti meninggalkan tempat atau situasi yang buruk untuk mendapatkan situasi yang lebih baik atau lebih baik.
Setelah Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Yastrib (Al Madinah), hijrah berarti meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah SWT. ***
“Ya Allah, wafatkanlah kami dalam keadaan Islam, dan gabungkanlah kami bersama dengan orang-orang yang shaleh. Amin”
Referensi :
-Al Qur’an
-Tafsir Al Mishbah oleh Dr. Quraish Shihab di MetroTV pada 28 Desember 2008.